PEGIAT LITERASI MASYARAKAT MELALUI TBM

 PERTEMUAM KE 4 KBMN PGRI GELOMBANG 34


NARASUMBER    : BAMBANG PURWANTO, S. Kom, GR, CPS., C. ED., MEP.

MODERATOR        : GINA DWI SEPTIANI, S. Pd., M. Pd.

Senin, 27 April 2026

"Literasi bukan sekedar huruf yaang dibaca, tetapi tentang hati yang mengerti, dan nalar yang terjaga". 

TBM adalah Taman Bacaan Masyarakat. Mr. Bams narasumber kita malam hari ini adalah seorang pegiat literasi dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat yang didirikan sejak tahun 2011 hingga 2026 dengan nama TBM AS Lebak Wangi. AS merupakan singkatan dari Ayah Salwa, sedangkan Lebak Wangi merupak nama tempat atau daerahnya. 

Niat yang kuat dan tulus, serta dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap Taman Bacaan membawa Mr. Bams menghasilkan karya membuat RAPOT LITERASI untuk kegiatan literasi di SMP Taruna Bakti dan menghantarkan Mr. Bams meraih  penghargaan Sabilulungan Award pada tahun 2018 yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kab. Bandung.

Untuk mendirikan Taman Bacaan diperlukan niat yang kuat dan perjuangan. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan materi. Perjalanan panjang Mr. Bams dalam mendirikan Taman bacaan dari 2011 - 2026 penuh liku dan pengorbanan.

Pada pertemuan ke 4 in Mr. Bams memberikan tips mudah membuat Taman Bacaaan.  

                                              

Ada 6 langkah dalam mendirikan Taman Bacaan ala Pena Mr. Bams:

1. Niat

    Setiap pekerjaan harus diawali dengan niat. Niat harus dikelola dengan baik, dan dalam mewujudkan      niat tersebut perlu perjuangan dan pengorbanan.

2. Diskusi dengan anggota keluarga

    Anggota keluarga(Istri/suami, anak-anak) harus diaajak bicara sebelum Taman Bacaan dibuat

3. Kumpulkan buku-buku yang ada di rumah

4. Siapkan tempat buku, bisa berupa rak buku.

5. Izin ke pengurus warga,  RT dan RW. (Izin secara lisan terlebih dahulu) selanjutnaya buatlah surat          tertulis untuk izin dari tetangga diketahui RT dan      RW.

6. Undanglah anak-anak. 

    Mengundang anak-anak bukan untuk membaca, tetapi buatlah acara yang menyenangkan bagi anak-      anak seperti menggambar, mewarnai, atau mendongeng.

Ketika TBM sudah berdiri, bergabunglah dengan Forum TBM. Pengurus Forum TBM mulai dari tingkat Kab/Kota, Provinsi sampai tingkat Nasional. 

Tips mengelola TBM agar tetap berdiri dan berjalan:

  • Dibutuhkan dedikasi dan loyalitas yang tinggi
  • Anggaran pengelolaannya bisa dari dana pribadi dan dari donatur atau simpatisan

Tips agar TBM ramai dikunjungi anak-anak: 

  •  Buatlah kegiatan yang disukai anak-anak, seperti : mewarnai, menggambar atau mendongeng. 
  • Selain menyediakan buku bacaan, sediakan juga mainan seperti puzzle, papan catur, congklak dan sebagainya.  

Komponen Rapor Literasi terdiri dari:

  • Poin literasi (POLITERA), hasil input kegiatan harian yang diakumulasi perbulan dan di rata-ratakan dalam 1 semester.
  • Karya literasi yang dibuat
  • Jumlah buku yang dibaca dalam satu semester
  • Hasil kecepatan Efektivitas Membaca (KEM)
TBM berada di bawah naungan Ditjen Vokasi Kemendikdasmen. Dapat dikelola secara mandiri atau bekerjasama dengan PKBM dan Balai Bahasa. 


Penutup

Belajar dari pengalaman panjang Mr. Bams dalam megelola TBM, diperlukan niat yang kuat, perjuangan yang tidak mudah, dan pengorbanan dari segi materi dan non materi. Namun ketulusan, loyalitas dan dedikasi yang tinggi membuahkan hasil yang manis berupa karya yang bermanfaat, penghargaan dan materi. Hal yang tentunya sangat membahagiakan dan membanggakan.

Mr. Bams juga mengajarkan bahwa kecintaan pada literasi telah banyak memberikan manfaat dan keberkahan bagi pribadi dan orang banyak. 

"Khorunnas Anfa'uhun linnas"

Comments

  1. Benar sekali bun. Kebaikan akan berbuah kebaikan. Satu kebaikan ditebar, berbalas seribu kebaikan lainnya. Semangat terus membuat resumenya yaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

GALI POTENSI UKIR PRESTASI