MENULIS DONGENG DAN CERITA ANAK
PERTEMUAN KE-5 KBMN PGRI GELOMBANG KE-34
NARASUMBER : HELWIYAH, S. Pd., M.M.
MODERATOR : DYAH KUSUMANINGRUM, M. Pd.
Rabu, 29 April 2026
Menjelajah Dunia Imajinasi: Seni Menulis Dongeng dan Cerita Anak
Membersamai kita pada pertemuan ke-5 ini, seorang narasumber hebat yang sudah banyak berkiprah di dunia menulis dongeng dan cerita anak yaitu Bunda Ewi, dan moderator yang sangat komunikatif dalam memandu acara, sehingga pertemuan terasa akrab dan hangat yaitu bunda Dyah. Tema yang dibahaspun sangat menarik yaitu tentang "Dongeng dan Cerita Anak".
Pada masa kecil dulu, saya suka sekali membaca buku cerita tentang Kancil dan buaya, Bawang Merah dan Bawang Putih, Cinderella dan lain-lain. Ternyata cerita anak seperti itu termasuk kategori dongeng. Menurut narasumber hebat pada pertemuan ke-5 ini, Dongeng yaitu: "Cerita khayalan yang biasanya diwariskan secara turun temurun dari zaman dahulu". Dongeng sering berisi hal-hal ajaib dan tokoh-tokoh yang unik.
Ciri-ciri Dongeng:
1. Bersifat khayalan atau fantasi
2. Ada tokoh hewan yang bisa berbicara atau makhluk ajaib
3. Mengandung pesan moral
4. Latar cerita kadang di kerajaan, hutan, atau tempat ajaib
5. ceritanya menghibur dan mendidik.
Adapun cerita anak adalah: "Cerita yang dibuat khusus untuk anak-anak. Isinya tentang dunia anak dan mudah difahami. Biasanya cerita anak berisi tentang:
- Cerita persahabatan di sekolah
- Cerita anak rajin menabung
- Cerita liburan bersama keluarga
- Cerita menjaga kebersihan lingkungan, dan lain-lain.
Ciri-ciri cerita anak:
1. Tokohnya dekat dengan kehidupan anak
2. Bahasa sederhana dan mudah dimengerti
3. Ceritanya menarik dan menyenangkan
4. Mengandung nilai pendidikan
5. Latar cerita biasanya rumah, sekolah, taman, atau lingkungan sekitar.
Dari dua pengertian tersebut, dapat ditemukan persamaan dan perbedaan antara dongeng dan cerita anak. Persamaannya adalah:
- Sama-sama menghibur pembaca
- Mengandung pesan moral
- Menggunakan bahasa yang mudah difahami
- Cocok dibaca anak-anak
Adapun perbedaan antara dongeng dan cerita anak adalah: " Dongeng merupakan cerita fiksi, imajinasi atau khayalan, sedangkan cerita anak merupakan realita yang sering terjadi di dunia nyata".
Membuat cerita anak lebih mudah dari pada dongeng, karena bersumber dari kejadian di sekitar kita yang mudah difahami. Ceritanya bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari, tinggal bagaimana kita bisa mengemasnya dengan bahasa yang menarik dan pesan moral atau nasihat dari cerita tersebut.
Selanjutnya narasumber menjelaskan tentang manfaat membaca dongeng atau cerita anak:
Berdasarkan pengalaman pribadi, Bunda Ewi juga menjelaskan bahwa ada perbedaan antara anak yang terbiasa dibacakan dongeng sebelum tidur atau saat bermain akan memiliki kosa kata yang lebih banyak, memiliki daya imajinasi tinggi, memiliki wawasan luas, aktif bertanya, rasa ingin tahunya terus bertambah dan memiliki karakter yang lebih baik.
Untuk membuat buku dongeng, fabel, atau cerita anak, dapat mengikuti pola atau struktur sebagai berikut:
1. Pendahuluan (Pengenalan tokoh dan latar, contoh: Pada zaman dahulu....)
2. Konflik: Masalah yang dihadapi tokoh utama
3. Klimaks: Puncak ketegangan atau titik balik cerita
4. Penyelesaian: Masalah teratasi (Biasanya berakhir bahagia atau happy ending)
5. Pesan Moral (Koda): Hikmah yang bisa dipetik.
Contoh kerangka tulisan dalam membuat dongeng:
Penutup:
Dongeng atau cerita anak sangat bermanfaat untuk menanamkan dan membentuk karakter yang baik bagi anak karena di dalamnya mengandung pesan moral atau nasihat-nasihat yang baik.
Nilai-nilai moral atau karakter yang baik akan lebih mudah tertanam melalui dongeng atau cerita anak karena tidak terkesan mendikte atau menasehati.
"Menulis cerita anak bukan tentang mendikte benar atau salah, tetapi tentang menanamkan benih kebaikan melalui imajiasi yang menyenangkan".
(Bunda Ewi)
Comments
Post a Comment